Laman

Sabtu, 17 Juli 2010

Karakter Sebagai Pemimpin POLNAM Masa Depan


        Mencari dan menentukan seorang figur yang tepat sebagai seorang pemimpin harus didukung oleh kapabilitas, kekuatan karakter dan skill benar-benar dimiliki oleh seorang calon pemimpin, sebab kepercayaan dan tanggung jawab besar akan di driver ketika terpilih sebagai pemimpin, kemana institusi tersebut akan dibawa. Apabila dasar pijak berpikir berorientasi pada kepentingan tertentu dan bukan untuk memajukan institusi, maka siapapun dia yang menjadi pemimpin akan selalu ada dalam lingkaran keterbelakangan yang di alami oleh semua orang bukan saja civitas akademik POLNAM tapi juga masyarakat Maluku want to advance. Pada pemimpin terletak simbol Pengayom artinya ketika ada kesalahan dalam sistem, pemimipin dapat menyelesaikannya tanpa menimbulkan masalah lain. kepincangan dalam kinerja sistem, pemimpin selalu selalu mengambil kebijakan secara cepat dan tepat sehingga  tidak menimbul ekses yang lebih luas terhadap sistem yang lain. Pemimpin yang bijaksana sepatutnya  membersihkan pemikirannya dari desire to enrich themselves melalui jabatan, sebab sebelum  terpilih sebagai pemimpin ada segudang komitmen yang terucap dari bibir mulut anda yang nantinya dipertanggungjawabkan sebagai harga yang harus dibayar ketika menjadi pemimpin, Alangkah sangat tidak bermoral jika pemimpin itu  mengabaikan  kepercayaan masyarakat dan pendukung untuk sebuah perubahan ke depan yang lebih baik. Menjadi seorang Pemimpin masa depan POLNAM  tidak selamanya ditentukan oleh usia, Kepangkatan, Golongan atau kecakapan melobi dengan black decision yang merugikan banyak orang maupun dirinya sendiri.
        Pemimpin yang sukses tidak pernah luput dari karakteristik terbaik mereka sebagai figur yang di butuhkan. Untuk itu berikut 6 kualitas penting yang Anda butuhkan agar menjadi the “best leader” dalam memimpin.
1. Berlaku rasional. Bersikap rasional berarti memadukan harapan dan kebutuhan anda dengan harapan dan kebutuhan orang lain dan institusi. Ini berarti Anda harus terbuka terhadap umpan balik dan kritik , berperilaku etis, mengambil pendekatan pemecahan masalah dan merasa nyaman dengan diri anda sendiri. Seluruh kualitas ini biasanya ada pada pemimpin yang efektif.
2. Pikirkan ide ide Anda kemudian dikomunikasikan. Pemimpin yang efektif menghabiskan banyak waktu untuk berpikir dan kemudian menyampaikan hasilnya secara jelas dan persuasif. Tiga ketrampilan penting dari aspek kepemimpinan ini adalah (1) kapasitas untuk menganalisa dan memikirkan tuntas situasi yang kompleks, (2) kemampuan untuk berkomunikasi secara efektif dan (3) keberanian untuk mendorong tercapainya hasil yang baik.
3. Kembangkan ketrampilan manusia dan produktivitas. Ketrampilan lain untuk kepemimpinan yang efektif adalah berkaitan dengan manusia dan produktivitas. Ketrampilan yang berkaitan dengan manusia adalah Skill anda dalam menghadapi orang lain sehingga mereka melakukan hal-hal yang perlu dilakukan.
Skill yang berkaitan dengan produktivitas meliputi kemampuan mengelola suatu usaha untuk memberikan hasil yang baik melalui penggunaan anggaran, peralatan, properti dan sebagainya dengan efisien.
4. Lawanlah keinginan untuk memiliki masalah orang lain. Anda tidak boleh mengambil alih persoalan orang lain, maka jangan membuang waktu dengan mencemaskannya. Apa yang dapat anda lakukan adalah membantu orang lain untuk mengerti lebih banyak mengenai masalahnya sendiri dan mendorongnya untuk bertindak positif untuk memecahkannya. Jangan biarkan diri anda menjadi korban masalah orang lain.
5. Bekerja lebih cerdas, bukan lebih keras. Belajarlah untuk menerapkan tenaga anda dengan cara yang
terencana. Ini dapat dilakukan dengan memfokus pada masalah yang memerlukan keahlian anda, bukan masalah yang dapat ditangani secara efektif oleh orang lain. Belajar untuk mengelola waktu anda lebih efektif dan kembangkan keseimbangan yang baik antara pekerjaan dan hal-hal lain dari hidup anda.
Jalankan sistem manajemen waktu. Kebanyakan dari kita punya cukup waktu untuk melakukan apa yang ingin kita lakukan, dengan syarat kita merencanakan bagaimana sebaiknya menggunakan waktu. Orang biasanya punya waktu jika mereka mengelola waktu yang mereka miliki dengan lebih bijaksana, tetapkan perenacanaan anda dan kerjakan prioritas.Jika karakter ini ada dan berakar pada setiap pemimpin maka kegagalan akan menjauh dari setiap keputusan yang anda ambil.
Surabaya, 17 Juli 2010
Penulis,

Berthy Pelasula