Laman

Minggu, 06 Juni 2010


ORIENTASI MENJADI PEMIMPIN

Ada apa dengan pemimpin Indonesia,? kalau kita bertanya kepada semua orang apakah anda terima jika diberi jabatan A atau B, pasti setiap orang akan senang dan bersedia menerimanya, kenapa demikian, bukankah dengan semakin tinggi kedudukan seseorang tanggung jawabnya semakin besar dan permasalahannya semakin kompleks, tuntutan dan dan perhatian dari bawahan juga semakin sering dihadapinya. Bukankah item-item diatas sangat meriskankan sesorang? kitika seseorang ada pada jabatan tertentu. Seharusnya Jabatan seperti ini akan membuat orang akan menjauh dari tawaran yang diberikan kepadanya. Namun sebaliknya semakin banyak orang tertarik untuk mengejar jabatan seperti itu. Inilah yang menjadi tanda tanya besar bagi setiap orang yang berkeinginan untuk menjadi pemimpin pada jabatan tertentu.Kalau orang mau melakukan tugas dalam kapasitasnya sebagai pemimpin semestinya semua pertimbangan kemampuan dia dipertarukan untuk menopang dia dalam mensukseskan apa yang menjadi kehendak rakyat/bawahan .Jadi bila ukuran kemampuan dia tidak diperhitungkan maka tentu, ini menjadi tanya besar dan apa motivasinya, Motivasi menjadi pemimpin sudah benar atau ada sesuatu di balik keinginannga menjadi pemimpin.Penyimpangan dari amanat rakyat ketika dia dicalonkan menjadi pemimpin, samoga menjadi pemimpin akan bermuara pada penyalagunaan jabatan untuk kepentingan pribadi. Maraknya Perilaku korupsi dari para pemimpin di negara ini, karena seleksi terhadap motivasi menjadi pemimpin tidaklah sesuai dengan yang semestinya.Tidak ada cara lain selain harus dilakukan evaluasi terhadap semua aturan yang menjadi pintu untuk masuk dalam area kepemimpinan.Kegagalan seseorang menjalankan tugasnya sebagai pemimpin karena motivasinya menjadi pemimpin telah berubah.Perilaku seperti ini bukan lagi sebagai hal yang baru tetapi telah berakar dan membudaya di negara ini.Kalau boleh Penulis memberikan solusi tunjangan kepemimipan tidak boleh berlebihan, penghargaan terhadap loyalitas dan bersih dari korupsi akan di berikan kepadanya sebagai bonus ketika pemimpin tersebut mengakhiri masa jabatannya. Sehingga sebagai pemimimpin dia akan bekerja dengan sebenar-benarnya, sebab ada sejumlah penghargaan dan sejumlah uang yang akan diberikan kepadanya ketika dia mengakhiri masa jabatan, namun kalau gagal sebagai pemimpin yang setia dan sukses dalam masa jabatanya maka, dia tidak dapat apapun, bahkan diberhentikan dengan tidak terhormat dengan demikian negara akan bebas dari praktek korupsi,dengan demikian negara ini akan semakin maju dan bersaing dengan negara-negara lain, semoga pesan ini menjadi salah satu solusi untuk menyelesaikan permasalahan korupsi di negara ini, semoga sukses.

Tidak ada komentar: