Menjadi pemimpin adalah ibarat menempat sebuah produk pajangan di tengah exhibition event. Saat ketika orang berada didepan produk pajangan tersebut semua mata akan tertuju pada apa yang dilihat itu.Tentu Produk pajangan tersebut harus memiliki karakteristik tertentu yang membuat setiap orang akan terpesona, tertarik, mengagumi dan ingin untuk memilikinya. Analogi karakteristik seorang pemimpin inilah yang selalu menjadi harapan semua pihak, namun kenyataanya bukan perubahan perilaku seperti disebutkan itu yang ditampilkan justru sebalik sikap menjauhi, memprotect diri dan sikap memposisikan diri yang terlalu berlebihan ditengah suatu kondisi dimana perilaku seperti itu bukan merupakan keinginan masyarakat atau mereka yang dipimpinnya hal ini tidak menjamin kesuksesan dalam kepemimipinannya dan tentu justru itu dapat menimbulkan kesenjangan dan konflik antara pemimpin dan yang dipimpin serta akan mengganggu kinerja dan sistem pada institusi tersebut.Dampak lain yang timbul sebagai akibat konflik itu adalah bermunculan kelompok-kelompok dalam kepentingan tertentu yang justru merugikan dan menimbulkan ekses yang lebih luas, jika realitanya seperti itu maka komonikasi internal dan interpersonal menjadi tergaggu sehingga untuk mendapatkan sejumlah informasi dalam menyusun rencana kerja selama kepemimpinannya diperoleh dari personil yang diangkat sebagai orang kepercayaan yang sebetulnya tidak dapat menyalurkan aspirasi berbagai kebutuhan yang urgensi tetapi bermuara pada kepentingan pribadi, kelompok dan kepentingan tersembunyi lain yang berakibat fatal terhadap institusi, masa depan karyawan dan masyarakat secara luas. Perubahan perilaku pemimipin yang menyimpang dari komitmen yang sesungguhnya berdampak terhadap sestim dan hasil akhir yang diperolehnya, yaitu jika perilaku dalam kepemimpinan baik( membuat banyak orang: tertarik terpesona, mengagumi dan ingin memilikinya/ ingin diberi kepercayaan lagi) maka akan terlihat pada hasil akhirnya yang dapat diterima oleh semua pihak, tetapi sebaliknya jika kepemimpinan buruk maka hasil dari kepemimpinannya akan menghancurkan masa depan masyarakat dan dirinya sendiri.
Menjadi seorang pemimpin harus bisa menjadi panutan bagi semua pihak, beberapa karakter seorang pemimpin yang mengantarnya menjadi pemenang, adalah sebagai berikut:
• 10 Karakter Pemimpin Bukan pemimpin.
1). Ketika pemimpin melakukan kesalahan dia berkata “saya salah!”
- Ketika bukan pemimpin melakukan kesalahan dia berkata, “ini bukan salah saya!”
2).pemimpin berkata,” saya sudah baik, tapi saya bisa lebih baik lagi!”
- bukan pemimpin berkata ,” saya tidak sejelek orang lain!”.
3). pemimpin mencoba belajar dari setiap orang yang lebih baik dari pada dia.
- bukan pemimpin selalu mencoba menjatuhkan orang lain.
4). pemimpin berkata,” Mari saya kerjakan ini untuk Anda!”
- bukan pemimpin berkata, ” Itu bukan pekerjaan saya!”.
5). pemimpin berkata, ” Pasti ada cara lebih baik mengerjakannya!”
- bukan pemimpin berkata,” Begitulah biasanya dikerjakan disini!”
6). pemimpin berkata, “ini sulit tapi mungkin!”
- bukan pemimpin berkata.”ini mungkin tapi sangat sulit untuk mengerjakan!”.
7). pemimpin selalu mempunyai rencana.
- bukan pemimpin selalu cari alasan.
8). pemimpin mempunyai komitmen-komitmen
- bukan pemimpin hanya berjanji-janji saja.
9).pemimpin selalu menjadi bagian dari jawaban
- bukan pemimpin selalu menjadi bagian dari masalah.
10).pemimpin tuntas memecahkan masalah.
- bukan pemimpin selalu tanggung-tanggung & tidak pernah memecahkan
Dan beberapa point yang harus dilakukan oleh seseorang untuk menjadi pemimpin yang sukses.
• Menghargai hasil kinerja anak buah.
• Kesalahan pada anak buah merupakan tanggung jawab pemimpin.
• Mengajari tanpa henti dan tidak ragu memberikan ilmu.
• Peduli terhadap kepentingan dan kesibukan staff dan karyawannya.
• Jadilah panutan dan tepat waktu.
• Memberitahukan informasi yang layak diketahui anak buah.
• Low profile.
Bila ke-tujuh point di atas sudah dijalankan dengan baik dan benar oleh pemimpin, maka pemimpin tersebut telah mendapatkan predikat pemimpin terbaik di antara para staff dan karyawannya.
Surabaya, September 2010
By Berthy P.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar